
Malang, 30 Juni 2025 – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, kembali menghadirkan suasana akademis yang inspiratif melalui agenda ujian tesis. Kali ini, giliran Venansius Sandro Bidi yang mempertahankan penelitiannya berjudul “Komunikasi Fatis Berbasis Budaya Ende dalam Interaksi Kelas di SMPK Frateran Ndao.”
Dalam pemaparannya, Venansius menunjukkan bahwa komunikasi fatis sering dipahami sekadar sapaan, basa-basi, atau ungkapan ringan yang sebenarnya memiliki fungsi strategis dalam membangun relasi guru dan siswa. Dengan meneliti praktik komunikasi berbasis budaya Ende, ia menemukan bahwa ekspresi lokal mampu menciptakan kedekatan emosional, memperkuat rasa kebersamaan, dan mencairkan suasana kelas.
Ujian yang berlangsung pada Senin, 30 Juni 2025, dipenuhi diskusi yang hangat. Para penguji mengapresiasi keberanian Venansius menyoroti aspek kebahasaan yang sering luput dari perhatian, namun nyata pengaruhnya dalam proses belajar. Kajian ini menegaskan pentingnya kearifan lokal sebagai fondasi dalam mengembangkan strategi komunikasi pendidikan.
Melalui penelitiannya, Venansius Sandro Bidi diharapkan dapat memberi kontribusi pada pengayaan pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih manusiawi, interaktif, dan kontekstual, sekaligus menjaga keberlangsungan nilai budaya Ende di ruang kelas.
